Rabu, 05 Agustus 2015

Kamis, 06 Maret 2014

pedaranas 2013 yogyakarta




calon warga dasar










calon warga "R"









Srikandi margaluyu 151 yogyakarta

foto ini di ambil saat wisuda "R" thn 2013 mungkin salah satunya adalah anda atau anak didik saudara



bukan maksud apa-apa mohon bagi yangkena jepret jgan salah paham ...!!!!



smua ini bertujuan untuk mempererat persaudaraan antar warga marga luyu 151 yogyakarta se antero dunia salam satu nafas.

Kamis, 29 Agustus 2013

3 Jenderal Polisi Jadi Pengurus Margaluyu 151





TRIBUNJOGJA.COM/MONA KRIESDINAR
Wakapolri Komjen Pol Nanan Sukarna dikukuhkan sebagai Pembina Utama Gerak Badan dan Beladiri Margaluyu 151 di Padepokan Pusat Margaluyu 151, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman, Minggu (09/12/2012).
Laporan Reporter Tribun Jogja, Mona Kriesdinar

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Tiga orang jenderal kepolisian dilantik sebagai pengurus utama dan pengurus harian seni gerak tubuh dan beladiri Margaluyu 151, pada Minggu (09/12/2012) pagi. Acara tersebut berlangsung di Padepokan Pusat Margaluyu 151, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman dengan dihadiri ribuan warga Margaluyu dari seluruh Indonesia.

Mereka meliputi Wakapolri Komjen Pol Nanan Sukarna, yang dikukuhkan sebagai Pembina Utama Gerak Badan dan Beladiri Margaluyu 151, Kapolda DIY Brigjen Pol Sabar Rahardjo sebagai pembina harian, Karo Lemdiklat Mabes Polri Brigjen Pol Anton Charli sebagai pengurus harian serta Kapolres Sleman, AKBP Hery Sutrisman yang juga sebagai pengurus harian.

Pengukuhan dan pelantikan tersebut, dipimpin langsung oleh HS Efendi selaku Guru Besar Padepokan Margaluyu 151. Ia menyematkan tanda kehormatan, selempang serta memberikan cinderamata. Adapun saat itu, para perwira kepolisian tampil mengenakan pakaian seni gerak tubuh dan beladiri Margaluyu 151 lengkap dengan ikat kepala.

"Kesempatan ini merupakan langkah positif bagi kami untuk memberikan kontribusi bagi bangsa dengan berjalan sinergis dengan kepolisian," jelas Efendi.

Sementara itu, Nanan Sukarna mengungkapkan kebahagiaan dan kebanggaannya setelah memperoleh pelantikan itu. "Saya selaku Nanan Sukarna dan sebagai Wakapolri sangat merasa bangga, hormat atas penganugerahan yang barusan diberikan oleh eyang," tandasnya.

Posisinya itu, diakuinya menjadi beban berat, selaku pembina utama dan pembina harian. Ia berjanji untuk bersama-sama membesarkan padepokan. "Sesuai dengan 151 yang artinya mencapai kejayaan dengan pancasila," jelasnya.

(TRIBUNJOGJA.COM)

Rabu, 12 Desember 2012

PEDARANAS MARGALUYU 151 YOGJAKARTA 09 12 12

PEDARANAS
 MARGALUYU 151 YOGJAKARTA 
09 AGUSTUS 2012


 WARGA CABANG PONOROGO YANG NAIK TINGKAT 

 WARGA YANG NAIK TINGKAT DAN PROSESI "R"













Selasa, 11 Mei 2010

inti

CIPTA - RASA - KARSA

CIPTA

Proses penerapan cipta ini menggunakan kekuatan pikiran dan imajinasi. Pada saat berdoa atau memohon kepada Tuhan, maka kita harus mengetahui apa yang kita minta atau mohonkan itu. Sehingga kita harus memahami arti dan makna dari doa-doa yang kita panjatkan.

Selain memanjatkan doa sebagaimana diatur dalam syariat agama, kita biasanya juga berdoa untuk hal-hal khusus yang diinginkan. Misalkan, keinginan memiliki pekerjaan, uang, rumah, pendamping hidup, dll. Umumnya doa itu diucapkan dalam bahasa ibu.

Dengan kata lain, ketika kita menginginkan sesuatu dalam kehidupan, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah harus jelas apa yang sungguh-sungguh kita inginkan.

Agar daya cipta terhadap apa yang kita inginkan menjadi jelas, tulislah apa yang diinginkan tersebut dengan jelas. Tidak ada batasan terhadap apapun yang diinginkan, sepanjang untuk kebaikan sendiri. Buatlah skala prioritas dalam catatan keinginan dan tumbuhkan hasrat terhadap keinginan.

Kemudian lakukanlah visualisasi terhadap keinginan itu. Untuk mempermudah visualisasi, gunakanlah gambar atau foto. Katakanlah kita menginginkan rumah, maka ambillah gambar rumah, lalu letakkan di manapun kita dapat melihatnya setiap saat.

Gambar tersebut akan membantu kekuatan daya cipta terhadap apa saja yang kita inginkan. Visualisasi adalah salah satu daya cipta yang sangat kuat dalam benak kita. Ketika memvisualisasikan sesuatu, seolah-olah kita sedang membentuknya.

RASA

Cara menerapkannya menggunakan kekuatan perasaan batin atau emosi jiwa. Setelah kita menggunakan daya cipta terhadap keinginan, maka dilanjutkan dengan merasakan dalam batin bahwa keinginan tersebut telah hadir dan dirasakan.

Inilah sebenarnya yang dimaksud agar dalam berdoa harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan yakin doanya pasti dikabulkan. Apapun permohonan kita tidaklah sulit bagi Tuhan untuk mengabulkannya. Kita harus selalu berprasangka baik kepada Tuhan, karena Tuhan mengikuti persangkaan hamba-hambaNya.

Sehingga kita harus percaya apa yang kita minta sudah menjadi milik kita dan telah menerimanya. Seseorang yang berdoa dengan keyakinan penuh seperti ini akan terlihat ekspresi wajahnya usai berdoa, yaitu diliputi perasaan bahagia, senang dan gembira. Meski saat berdoa tangan bergetar dan mata berlinang air mata. Sangatlah penting untuk merasa diri kita selalu dalam keadaan baik dan bahagia.

Pada intinya tidak boleh ada keraguan sedikitpun. Keraguan dapat merusak daya cipta dan perasaan kita sendiri. Karena itu, rasakan seolah-olah kita telah menerima apa yang kita inginkan. Itulah sebabnya, kita harus benar-benar berhasrat terhadap apapun yang diinginkan.

Seperti diuraikan sebelumnya, keinginan itu harus jelas dan jangan setengah-setengah. Misalkan, seseorang memiliki keinginan untuk bekerja di perusahaan pertambangan, tetapi dengan hasrat yang tidak terlalu menggebu-gebu atau sekadarnya saja.

Ketika kemudian keinginan itu tercapai, biasanya tidak akan betah bekerja di perusahaan tambang tersebut. Hal ini terjadi karena hasratnya memang tidak ada. Tentu sia-sia saja keinginan itu. Bahkan terkesan menolak pemberian Tuhan, meski sebelumnya orang itu yang meminta. Jadi jangan main-main dengan doa. Harus sungguh-sungguh.

KARSA

Karsa bermakna keinginan atau kemauan yang kuat. Apabila dalam tahap cipta dan rasa, keinginan-keinginan itu masih tak kasat mata, maka dalam tahap selanjutnya keinginan itu harus diupayakan maujud sehingga dapat dilihat, disentuh dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Karsa berarti kekuatan untuk mewujudkan keinginan tersebut menjadi nyata = Karya. Persoalannya adalah dengan cara bagaimana mewujudkannya?

Tugas kita sebenarnya bukanlah menemukan bagaimana caranya. Sebab cara itu akan muncul dengan sendirinya dari komitmen dan keyakinan pada apa yang diinginkan. Cara adalah urusan Tuhan.

Dengan kata lain, Tuhanlah yang selalu tahu cara tersingkat, tercepat dan terharmonis dalam mewujudkan keinginan kita. Jadi yang perlu dilakukan adalah bekerja (apapun pekerjaan itu) dengan perasaan sungguh-sungguh dan ikhlas dalam menjalaninya. Bersyukurlah dengan apa yang sudah dimiliki dan lakukan pekerjaan apa saja. Jangan diam atau duduk bermalas-malasan.

Meskipun tampak yang dikerjakan saat ini tidak sesuai dengan keinginan-keinginan yang diharapkan, tetapi yakinlah keinginan itu akan terwujud.

Kita bisa memulainya tanpa bekal apapun, serta tanpa tahu jalan mana yang harus dilalui. Tuhan yang akan membuatkan jalan untuk mencapai keinginan kita. Sebab Tuhan akan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

.

SURO DIRO JOYO DINENGRAT

SALAM PERDAMAIAN BUAT SEMUA WARGA MARGALUYU 151 DI SELURUH NUSANTARA , MARILAH KITA JAGA PERSATUAN DAN KESATUAN DEMI TERCAPAINYA TUJUAN MULIA DARI MARGALUYU 151 YANG TAK AKAN KITA LUPA YAITU " SATU TEKAD MENGAMANKAN PANCASILA.